Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)

Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) merupakan salah satu prodi yang berada di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Flores (Uniflor).

Menjadi Guru Yang Berbudaya

Saatnya belajar menjadi Guru Sekolah Dasar yang berbudaya.

Menjadi Guru SD yang profesional

Bersama kami, anda dididik menjadi Guru Sekolah Dasar yang profesional di era 5.0.

Laboratorium Microteaching

Salah satu fasilitas Prodi PGSD adalah laboratorium microteaching.

Perpustakaan

Perpustakaan Prodi PGSD menyediakan buku-buku yang lengkap sesuai kebutuhan akademik mahasiswa.

Sabtu, 04 Juli 2020

Empat Dosen Program Studi PGSD Menerima Dana Hibah Penelitian Dosen Pemula Tahun 2020

Pada Sabtu (4/7/2020), pukul 10.30 Wita, bertempat di Ruang Kerja Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Flores (Uniflor) berlangsung kegiatan penandatanganan penerimaan dana hibah penelitian dari Kemenristek-BRIN melalui LPPM Uniflor kepada sejumlah 22 (dua puluh dua) Ketua Pelaksana Penelitian Dosen Pemula Uniflor 2020 atas proposal yang telah dikirimkan pada tahun 2019. 

Empat dari 22 Proposal Penelitian Dosen Pemula yang dibiayai Kemenristek-BRIN melalui LPPM Uniflor berasal dari Program Studi PGSD. Adapun  Ketua Pelaksana Penelitian Dosen Pemula Uniflor 2020 yang berasal dari Prodi PGSD yaitu: Vinsensius Mbabho, S.Pd., M.Pd; Virgilius Bate Lina, S.Pd., M.Pd;  Aschari Senjahari Rawe, S.E., M.Pd; dan Agustina Pali, S.S., M.Pd

Selasa, 31 Maret 2020

Kreativitas Mahasiswa Membuat Sofa dari Botol Bekas Air Mineral

Mahasiswa calon guru sekolah dasar dituntut untuk berpikir dan berperilaku kreatif. Tuntutan akan kreativitas calon guru disebabkan karena nantinya mereka akan melakukan tugas mulia sebagai guru, salah satunya mendidik anak-anak atau siswa mereka kelak untuk berpikir dan berperilaku kreatif.


Salah satu mata pelajaran yang kelak akan mereka ajarkan di sekolah dasar adalah mata pelajaran Prakarya. Mata pelajaran prakarya salah satu tujuannya adalah melatih kreativitas peserta didik yang berhubungan dengan menghasilkan karya karya kreatif. Selain untuk tujuan pembentukan citra sebagai guru SD yang memiliki ketrampilan bagi pembelajaran prakarya, mahasiswa juga perlu dipersiapkan untuk memanfaatkan peluang berinovasi dan berwirausaha.

Di sisi lain, permasalahan utama yang berkaitan dengan lingkungan saat ini adalah menumpuknya sampah plastik. Sampah plastik ada di mana-mana. Salah satu yang sering ditemukan adalah botol plastik. Botol bekas minuman ternyata dapat didaur ulang misanya untuk membuat sofa yang tidak kalah berkualitas. Ada dua permasalahan yang diselesaikan dalam kegiatan ini jika digerakan secara masal yaitu : mengatasi sampah dan mengurangi ketergantungan produksi mebel dari bahan kayu. Oleh karenanya  dalam pengabdian masyarakat Semester Genap Tahun 2019, mahasiswa PGSD Universitas Flores akan melakukan pelatihan pembuatan Sofa menggunakan Botol Bekas Air Mineral kepada masyarakat sasaran yang belum ditentukan. Kegiatan ini didahului oleh pelatihan mahasiswa sendiri oleh dosen pendamping yaitu Ibu Mangu Ngguna Raji, M.Pd dan kawan-kawan.

Dalam KBBI, arti kata  kreatif adalah  kemampuan untuk mencipta atau proses timbulnya ide baru. Sehingga   kreativitas dipandang sebagai kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, dalam bentuk ciri-ciri aptitude maupun non aptitude, dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, dan semuanya relatif berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya. Tentu saja ada banyak definisi kreativitas yang disampaikan oleh para ahli.

Hal-hal kreatif dapat diwujudkan ke dalam berbagai bentuk, diantaranya: Ide, produk, dan gagasan. Pemikiran yang kreatif akan menghasilkan ide yang unik dan tidak terpikirkan sebelumnya. Ide merupakan suatu pemikiran yang menciptakan solusi atas masalah yang ada di masyarakat. Produk yang dihasilkan juga merupakan salah satu wujud dari kreatif. Tanpa adanya proses kreatif tentunya produk yang dihasilkan tidak dapat memenuhi harapan konsumen. Kreatif dapat juga diwujudkan dalam bentuk gagasan-gagasan dalam mengatasi masalah yang ada. Gagasan dapat dikemukakan secara langsung maupun melalui tulisan pendek, buku, dan lain-lain.

Kegiatan kegiatan seperti yang telah dijelaskan bertujuan untuk membentuk karakteristik calon guru yang  kreatif dengan ciri-ciri : Sering Berimajinasi, menyukai tantangan dan mudah beradaptasi. Contoh-contoh perilaku kreatif misalnya :Mengubah barang bekas yang sudah tidak dipakai menjadi sesuatu yang bisa digunakan  ( membuat sofa dari botol bekas air mineral)  mengubah barang yang sudah rusak dan tidak bisa dipakai menjadi sesuatu yang baru dan bisa dipakai ( membuat lampu hias dari Compact Disk (CD) yang sudah rusak) ; mengubah barang alami yang tidak terpakai menjadi sesuatu yang bisa digunakan (membuat tas unik dari bahan daun-daun kering).