Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD)

Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) merupakan salah satu prodi yang berada di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Flores (Uniflor).

Menjadi Guru Yang Berbudaya

Saatnya belajar menjadi Guru Sekolah Dasar yang berbudaya.

Menjadi Guru SD yang profesional

Bersama kami, anda dididik menjadi Guru Sekolah Dasar yang profesional di era 5.0.

Laboratorium Microteaching

Salah satu fasilitas Prodi PGSD adalah laboratorium microteaching.

Perpustakaan

Perpustakaan Prodi PGSD menyediakan buku-buku yang lengkap sesuai kebutuhan akademik mahasiswa.

Sabtu, 02 Desember 2017

Seminar Nasional Pendidikan Dasar 2 (SENADA 2)

Program Studi PGSD Universitas Flores kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Pendidikan Dasar (SENADA) yang ke-2 dengan tema Inovasi Pembelajaran Menyenangkan di Tingkat Pendidikan Dasar hari ini, Sabtu, 2 Desember 2017. Seminar ini merupakan lanjutan dari SENADA 1 yang dilaksanakan pada Tahun 2015 di Auditorium Utama Universitas Flores.

Seminar ini dihadiri oleh kurang lebih 500 peserta dan 50 Pemakalah dari berbagai Perguruan Tinggi di Indonesia. Tujuan seminar ini yaitu sebagai ajang berbagi informasi mengenai pembelajaran inovatif dan kreatif baik di tingkat SD maupun SMP; bagaimana merancang proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan dan akhirnya dapat mengimplementasikannya.

Berkaitan dengan tema tersebut di atas, panitia menghadirkan empat narasumber sebagai pemakalah utama, yaitu: Prof. Dr. C.Asri Budiningsih, M.Pd dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), T. Novi Poespita Candra, M.Si, Psikolog (UGM), Dr.Sofia Sa’o (Uniflor) dan Felix Welu,S.Pd.,M.Pd (Uniflor). 

Keempat pemakalah ini akan menyampaikan isi makalahnya dalam sesi utama. Selain makalah dari tiga pemakalah utama di atas, panitia juga menerima makalah dari beberapa Instansi di Indonesia untuk dipublikasikan dan akan dipresentasekan dalam sesi paralel. 

Dari makalah-makalah yang diterima oleh panitia terdapat pengirim makalah dari Universitas PGRI Palembang, STKIP PGRI Lubuk Linggau, Universitas Teknologi Yogyakarta, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Haluoleo Kendari, SDK Ndona 2, Universitas Nahdlatul Ulama NTB, SDK Ende 7, SDI Ende 16, STKIP Kusuma Negara Jakarta, Universitas Hamzanwadi Selong NTB, SDK Sadha, SDI Malanuza, SMPN 5 Bajawa dan Wahana Visi Indonesia (WVI). Seminar ini juga dihadiri oleh peserta pendengar yang terdiri dari Mahasiswa, Dosen, Guru dan Praktisi dunia pendidikan. Sebagian besar peserta berasal dari instansi-instansi di Pulau Flores.

Dalam Seminar yang diselenggarakan di Hotel Flores Mandiri ini, Bu Prof. Asri Budiningsih membawakan makalah berjudul :" Peningkatan Kualitas Pembelajaran", T. Novi Poespita Candra rencananya akan membawakan makalah berjudul : "Konsep Sekolah Menyenangkan   namun beliau tidak bisa hadir karena tugas yang tidak dapat beliau tinggalkan. Ibu Sofia Sao membawakan makalah berjudul Aplikasi Pembelajaran Realistik dalam K-13 untuk Siswa Sekolah Dasar dan Pak Felix Welu, Kaprodi PGSD Universitas Flores membawakan makalah berjudul: " Pendekatan Holistik Pendidikan Karakter Di Sekolah Indonesia". Keempat Pemakalah ini menyajikan makalah yang sesuai tema seminar.

https://solusimatikasd.blogspot.co.id/2017/12/inovasi-pembelajaran-menyenangkan-di.html
Pemakalah Paralel Senada 2017

Selain Pemakalah utama, Pemakalah paralel terdiri dari 50 Orang dan semuanya menyajikan makalah terkait inovasi pembelajaran di SD dan SMP. 

Seminar ini berlangsung dengan baik, aman dan lancar. Hasil seminar diterbitkan dalam bentuk Prosiding

Minggu, 05 Maret 2017

Servas: Perjuangan Untuk Kuliah di Flores Sampai Akhirnya Mendapatkan Beasiswa S2 dari Pemda Kabupaten Ngada

Servas: Perjuangan Untuk Kuliah di Flores Sampai Akhirnya Mendapatkan Beasiswa S2 dari Pemda Kabupaten Ngada- Setelah menyelesaikan pendidikan di SMA, saya tak ada niat sedikitpun untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.  Alasannya klasik.  Latar belakang ekonomi dan kondisi fisik orang tua yang sudah tua dan sering sakit-sakitan membuat saya berpikir untuk menguburkan mimpi melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi. Saya hanya berniat dan mungkin hanya bisa bermimpi agar bisa menjadi petani yang baik. Setelah beberapa tahun kemudian, timbulah niat baik dari saudariku untuk membiayainya, sehingga aku bisa melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.


Awal masuk perkuliahan saya sedikit ragu dengan kemampuan kerena dalam benakku, mungkin saya tidak bisa bersaing dengan teman-teman lain. Alasannya sudah beberapa tahun di luar, namun saya berusaha setidaknya kemampuanku setara dengan teman-teman lain dengan cara mengatur jadwal belajar. Sedikit sering pengalaman, berbekal petuah dari seorang tokoh mengatakan bahwa “kita harus belajar ilmu ayam yang selalu turun pagi-pagi mencari makan, dan juga siapa yang lebih cepat cotok makanan berarti dia mendapat porsi lebih banyak”. Hal ini diartikan bahwa rahmat dan rejeki yang kita peroleh lebih banyak dipagi hari. Alasannya sederhana saja, bahawa pekerjaan yang kita lakukan pada pagi hari lebih bersemangat dan membuahkan hasil yang memuaskan, ketimbang pekerjaan itu dilakukan disiang hari apalagi di tengah terik matahari. Berpedoman pada hal tersebut maka waktu belajar wajib, saya gunakan pada jam empat sampai jam enam pagi. Sedeangkan waktu belajar lainnya saya gunakan pada saat setelah materi diberikan mumpung belum lupa dan mudah dicerna kembali. Selain itu, untuk menambah wawasan saya biasanya diskusi dengan teman dan juga membaca bacaan apa saja yang saya temui.

Banyak hal yang diperoleh sewaktu masih kuliah S1, baik dari bapak/ ibu dosen, teman-teman maupun dari organisasi masyarakat yang dapat memberikan kontribusi pengetahuan sehingga saya tumbuh menjadi insan yang berguna dalam masyarakat. Sebagai seorang junior dalam perkuliahan tentunya banyak tanya kepada senior tentang perkuliahan, nah disini banyak masukan termasuk salah satunya karakter dosen yang keras dan mempersulit mahasiswa dalam perkuliahan bahakan kalau dapat dosen tertentu katanya kamu siap tidak lulus. Mendengar hal itu tentunya saya sedikit cemas namun saya tetap berprinsip kalau kita belajar belum tentu kita tidak lulus.

Ternyata apa yang diragukan itu tidak benar, bahkan kami sekelaspun lulus dengan nilai yang baik, kesimpulannya bukan dosen yang keras tapi faktor dari kita mau berubah atau tidak. Kalau mau berubah tentunya harus punya komitmen yang jelas dalam mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dosen. Aktivitas selain kuliah saya juga ambil bagian dalam organisasi kampus menjadi anggota HMPS PGSD tahun dari tahun 2010-2012, koor kampus, dan juga ikut bergabung dalam kegiatan organisasi di mana tempat saya tinggal.


Kegiatan Saat Liburan


Mengingat latar belakang ekonomi yang lemah lembut,,,dan juga terinspirasi dengan mas Jawa yang menjajankan dagangannya setiap hari di kompleks Wirajaya, akhirnya muncul niat saat liburan saya harus buat sesuatu yang bisa menghasilkan uang agar bisa menopang kebutuhan kuliah, yang terpenting pekerjaan yang saya lakukan halal. Niat baik itupun saya lakukan sejak semester I yakni menjual sayur dan jualan roti setiap pagi. Awalnya sih sedikit malu untuk melakukan itu apalagi seorang mahasiswa pasti akan diolok sama orang-orang dikampung. Saudariku juga tidak setuju kalau saya harus jualan sayur apalagi roti hahaha,,,,namun saya tetap pada prinsip, bahwa apa yang kita lakukan halal knapa kita harus malu dan takut yang terpenting apa yang kita buat tidak melanggar norma atau aturan di masyarakat. Apa yang dicemaskan pun ternyta benar terjadi saat saya mengedarkan sayuran dan roti ada yang ngolok katanya “malue anak kuliah ko jual sayur” dalam nada guyon sedkit senyum saya bilang, yang terpenting saya tidak curi dan peminta-minta. Saya tetap pada prinsip bahwa apa yang dilakukan halal knapa kita harus malu. Setiap pagi saya harus mengedarakan jualanku bahkan ada yang jadi pelanggan tetap hahahha,,,. Hasil dari jualan pun lumayan bisa membantu biaya regis. Keigiatan lainnya saya ke sekolah, seijin kepala sekolah saya belajar bersama anak sekolah di kelas, bapak/ibu guru mengajar saya duduk sederet dengan anak SD tujuannya hanya mau observasi bagaimana cara mengajar dan mendidik anak SD. Disisi lain saya melakukan observasi dan belajar bersama guru-guru sekalian untuk mengetahui permasalahan pembelajaran di SD.

Saat masuk liburan biasanya menceritakan kenangan waktu liburan bersama teman dekat, akhiranya saya pun menceritakan pengalaman saya, ketika saya bilang jual roti kukus dan sayuran dia ledak tertawa dicampur air mata sedih, katanya “wise,,,(sapaan akrab) kau brani jual kue, kau tidak malu ka teman ? saya bilang, intinya apa yang saya lakukan tidak merugikan orang lain”. Kebtulan teman ku juga nasibnya hampir mirip sama saya, diapun terinspirasi dengan apa yang saya lakukan, akhirnya dia minta ide utuk jualan sambil kuliah, dia bilang ke saya gimana saya jual nasi bungkus, saya pun memberi suport, akhirnya dia jual nasi bungkus tepat di depan sekolah Adiaksa, hasilnya pun bisa membantu kebutuhan kuliah. Hidup ini memang butuh perjuangan, buat teman-temanku yang masih kuliah jika mengalami kesulitan, jangan pernah malu melakukan sesautu, yang terpenting apa yang kita lakukan itu halal dan tidak merugkan orang lain.


Kisah Sedih


Sejak awal keberangkatan kuliah tahun 2010, saya dibiayai oleh saudari sepupu bersama adik kandungku, namun nasib malang menimpah tahun 2011 saudariku jatuh sakit tak kunjung sehat, dan pada tahun 2013 saat saya mau melakukan kegiatan KKN dan PPL saudariku menghembuskan napas terakhirnya di RSUD Ende. Saya hampir putus asa dan tak mau lanjut karena satu-satunya tulang punggung, namun berkat motivasi dari keluarga di Ende akhirnya sayapun kembali kuliah.


Mendapat Penghargaan


Berkat semanagt, usaha dari keluarga dan dukungan dari bapak/ibu dosen dan semua teman-teman semua akhirnya saya menyelesaikan pendidikan di Unflor genap empat tahun. Pada tanggal 10 september Tahun 2014 saya dikukuhkan menjadi Sarjana, dan pada saat itu pula saya mendapat penghargaan, karena mendapat predikat kelulusan dengan pujian dengan Indeks prestasi komulatif 3,75. Dalam benak saya hanya bisa bersyukur atas prestasi yang diraih dan yang lebih penting adalah implementasi dari ilmu yang kita peroleh dalam dunia pendidikan dan dalam hidup bermasyarakat. Saat menerima pengharagaan diselingi lagu himne guru, sempat meneteskan air mata saat mendengarkan syair lagu “engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan,,,”jadi ingat pesan dan kerja keras dari saudariku sehingga saya bisa kuliah. Memang benar kata almarhum opa Sebas saat kuliah semester awal, “siapa yang tekun, kerja keras untuk kuliah dan menghadapi berbagai tantangan, saat pemindahan toga oleh rektor pasti dia meneteskan air mata”.


Kuliah Lanjut S2


Banyak orang percaya bahwa perkataan merupakan sebuah doa. Hal inilah yang benar-benar saya alami. Seperti pada awal masuk kuliah S1, saya sama sekali tidak ada bayangan akan melanjutkan pendidikan di S2, awalnya Ibu Berty sebagai dosen PA pernah memberikan motivasi untuk semua teman-teman agar melanjutkan pendidikan S2 namun dalam hati kecil saya bilang:" kuliah S1 saja saya susah apalagi S2 cukup saja sampai disini. Berapa dosen pun secara pribadi mereka pernah bilang ke saya seperti Pak Gusty, Pak Martin dan Pak Eris selaku penguji skripsi dan memang saat kuliah beliau tidak pernah mengasuh di kelas saya, tapi dia pernah bisik di saya di samping prodi PGSD katanya “Adik nanti lanjut S2 ew". Terus saya jawab: " Tidak bisa Bapa, saya tidak ada sumber biaya.Karena jawaban ini beliau memotivasi saya dan saya ingat benar apa yang beliau katakan kepada saya. Saya ingat benar perkataan pak Eris:
 "Mimpi dan cita-cita adalah soal perjuangan dan kegigihan, apakah kita orang miskin tidak boleh bermimpi ? Apakah kita orang kampung tidak boleh punya mimpi ? Ayo lanjut kuliah, banyak beasiswa tuh. Saya dengar di Pemda Ngada ada beasiswa. Nanti coba tanya informasi ke sana"
Saya pun diam dan dalam hati saya bilang S1 saja susah, apalagi mau S2, pulang kampung saja.

Setelah memberesakan berkas ijazah, kurang lebih satu bulan sejak saya diwisudahkan pada bulan Oktober saya mendapat tawaran untuk mengajar di SD di kampungku. Setelah mengajar kurang lebih setengah tahun akhirnya ada informasi beasiswa untuk lanjut S2 dari Pemda dan sayapun coba-coba ikut tes, siapa tahu bisa lulus akhirnya pada bulan Maret 2015 mendapat berita lulus dari daerah dan lanjut kuliah S2 UNS di Solo Jawa Tengah. Saya harus memberikan ucapan terima kasih untuk bapa Ibu dosen dan teman-teman semua karena berkat motivasi dan dukungan saat masih di S1, maka pada kuliah S2 pun saya bisa bersaing dengan teman-teman di Jawa. Dan saat ini saya sementara menyelesaikan tugas akhir tesis. Awal masuk kuliah S2 kadang saya ingat kembali pesan dari bapak ibu dosen yang memberikan motivasi dan saran untuk lanjut kuliah S2, yang menurut saya tidak mungkin terjadi, namun apa yang tidak terpikirkan itu terjadi.



Pesan buat teman-teman dan adik-adik saya di Program Studi PGSD Universitas Flores yang masih kuliah: " Tetap semangat dan berjuanglah walau sesulit apapun situasi yang kita alami. Bersama Tuhan segala yang tidak mungkin akan menjadi mungkin, karena Tuhan punya rencana indah buat kita. Tidak perlu minder kuliah di kampung.  Saya yakin kemudahan yang saya alami ketika kuliah S2, semuanya karena saya memiliki fondasi yang kuat dari Program Studi PGSD Universitas FLores" (Servasius Wunga, Alumni PGSD Uniflor, Angkatan 2010, Mahasiswa Pascasarjana UNS)


Jumat, 03 Februari 2017

Yohanes Berkhmans Rae, Guru di Yayasan Pendidikan Umum St. Lukas Jakarta

Pendidikan merupakan salah satu aspek yang sangat penting bagi manusia. Pendidikan juga merupakan salah satu jembatan yang menghubungkan kita dengan dunia kerja, dimana pendidikan itu dari kita, oleh kita dan untuk kita. Seseorang ketika masuk pada dunia kampus tentu sudah tahu apa, dan bagaimana yang harus ia lakukan demi masa depanya, agar menjadi selangkah lebih baik dari apa yg ia alaminya itu. Ketika mengikuti proses perkuliahan jangan hanya mengharapkan nilai saja, tetapi harus meresapi pengetahuan yang diberikan oleh bapak dan ibu dosen dengan baik. Sebagai seorang mahasiswa kita harus tau apa, dan bagaimana yang dilakukan kita dalam menghadapi dunia kerja ketika kita selesai dalam proses perkuliahan.




Sedikit saya mengulas tentang pengelaman saya ketika masih duduk di bangku perkuliahan. Tentu saja banyak hal yang saya dapatkan dari bapak dan ibu dosen, yang sangat luar biasa dalam membentuk dan mendidik saya untuk menjadi manusia yang berguna dalam kehidupan di masyarakat yang majemuk ini. Saya merupakan salah satu mahasiswa alumni dari Universitas Flores yang diwisudakan pada Desember tahun 2015 lalu. Di kampus saya juga dikenal oleh bapak dan ibu dosen sebagai mahasiswa yang aktif dalam mengikuti kegiatan apa saja yang ada di kampus. Saya juga bergabung dengan organisasi baik intra kampus maupun ekstra kampus. Saya juga pernah menjabat sebagai ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar ( HMPS – PGSD ) pada periode 2013/2014, dan pada organisasi ekstra kampus saya bergabung dengan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia ( GMNI ) Cabang Ende. Setelah selesai proses perkuliahanku di Universitas Flores saya juga di tuntut untuk harus mencari pekerjaan yang sesuai dengan ijasah yang saya miliki.


Akhirnya pada bulan Februari saya diajak oleh teman saya yang ada dijakarta untuk mencari pekerjaan di Jakarta. Saya juga memberanikan diri untuk ke Jakarta hanya karena dengan modal nekad. Ketika di Jakarta saya juga membuat lamaran ke Yayasan Pendidikan Umum St. Lukas untuk menjadi guru. Ternyata tidak gampang untuk masuk menjadi guru dalam sebuah yayasan ternama, dimana harus melalui proses yang begitu ketat. Saya bersama  sebelas teman saya yang asalnya dari berbagai daerah mengikuti proses seleksi untuk menjadi tenaga pendidik di yayasan tersebut. Pada tahap awal kami melakukan test wawancara, dan pada tahap ini juga yang gagal di test awal ada dua orang teman saya dari Jawa yang merupakan lulusan dari salah satu PT Ternama di kota Malang. Pada tahap kedua tinggal sepuluh orang yang mengikuti test microteching, dan tahap ketiga kami melakukan test tertulis dengan soal sebanyak 70 butir dengan waktu 30 menit, dan puji Tuhan ternyata soal yang ada itu banyak tentang MBS dimana Manajemen Berbasis Sekolah itu Merupakan Judul dari Skripsi saya.
Pada saat pengumuman ternyata yang diterima hanya kami 4 orang. Pada saat itu juga saya sangat bangga karena bisa bersaing dengan teman-teman dari universitas ternama di Indonesia seperti, teman- teman dari Atma Jaya, dari UGM dan juga teman – teman dari UNY, dan bahkan mereka yang dari kampus ternama juga banyak yang gagal. Lalu pada saat itu juga saya langsung meneteskan air mata bahagia karena diterima untuk menjadi tenaga pendidik di yayasan Pendidikan Umum Santo Lukas, Jakarta Utara. Akhirnya muncul dalam benak saya ternyata Universitas Flores merupakan salah satu Universitas yang patut diperhitungkan juga. Saya sangat berterima kasih kepada bapak dan ibu dosen yang sudah merelakan waktunya dalam mendidik saya sehingga saya dapat bersaing dengan teman-teman yang merupakan lulusan dari kampus ternama dan terkenal di Indonesia. Dengan ini saya merasa sangat bangga karena kuliahnya di kampung tetapi bisa kerja di kota yang merupaka ibu kota dari negara kita. Pengalaman  ketika pertama menjadi guru sangat berkesan, dimana saya juga setiap hari bertemu dengan rekan-rekan guru dari daerah yang berbeda-beda dan juga fokus pada pekerjaan masing-masing, di tambah lagi dengan aturan yang begitu ketat, dimana setiap hari administrasi guru itu baik RPP, silabus sampai pada persiapan harian lainnya juga diperiksa oleh kepala sekolah.


Dengan ini kepada teman-teman saya yang masih duduk di bangku kuliah terutama teman-teman saya di Universitas Flores, pengetahuan yang kita dapatkan itu sangat berharga untuk kita, ketika kita sudah berhadapan dengan dunia kerja. Jangan abaikan apa yang diberikan oleh bapak dan ibu dosen, karena hal itu demi kebaikan kita, demi kemajuan kita dalam bersaing untuk suatu pekerjaan nanti. Kuantitas tidak menjamin untuk suatu pekerjaan sebagai pendidik, tapi kwalitas yang sangat di butuhkan. Sebagai pemegang tongkat estafet bangsa, marilah kita maju bersama. (Yohanes Brekmans Ra’e, S.Pd, Alumni PGSD Universitas Flores Tahun 2015)